Pasar Murah dan Operasi Pasar di Bandung Menyikapi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Bandung
Suasana kios penjual komoditas pangan di Pasar Cihapit, Kota Bandung

BANDUNG, Nyaringindonesia.com – Menyikapi lonjakan harga sejumlah bahan pokok menjelang bulan Ramadhan, Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, mengambil langkah dengan menyelenggarakan pasar murah dan operasi pasar.

Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di beberapa pasar di Bandung telah mengungkap kenaikan harga signifikan pada tujuh jenis komoditas.

Cabai merah keriting menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga paling mencolok, mencapai Rp 150.000 per kilogram di Pasar Cihapit, Bandung. Hal ini jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang sebesar Rp 55.000 per kilogram.

Cabai rawit merah juga mengalami peningkatan harga menjadi Rp 130.000 per kilogram, dua kali lipat lebih tinggi dari HET sebesar Rp 57.000 per kilogram.

Ketua KPPU M Fanshurullah Asa menyampaikan hasil sidak tersebut, dan Pemerintah Kota Bandung merespons dengan mengadakan pasar murah untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mengembalikan stabilitas harga.

Meiwan Kartiwa, Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, mengonfirmasi bahwa harga beras premium di pasar tradisional telah melebihi HET.

Dalam upaya membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga, Pemkot Bandung akan menyelenggarakan operasi pasar beras dan pasar murah di 30 kecamatan.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan bantuan kepada masyarakat dalam menghadapi bulan Ramadhan yang suci.

Berita Utama

Scroll to Top